Wasit Italia Pimpin Big Match di Asia

Kendati harus beradaptasi dengan gaya bekerja yang sangat berbeda, kebanggaan tetap dirasa. Sebuah pertandingan big match antara East Bengal dan Mohun Bagan adalah kali pertama dalam sejarah persepakbolaan India di mana seorang wasit Eropa dipercaya memimpin pertandingan I-League. Pertandingan yang akan digelar pada tanggal 23 Februari tersebut akan dipimpin khusus oleh wasit yang didatangkan dari Italia. Nicola Rizzoli, sang wasit terpilih mengungkapkan kebanggaan mengenai dipercayanya wasit Italia oleh asosiasi sepakbola negara lain. “Ini merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan, ditunjuk menjadi wasit oleh asosiasi sepakbola dari luar Italia. Ini merupakan sebuah pengakuan bagi wasit Italia. Saya terpilih karena saya beruntung bisa berada di level tinggi perwasitan Italia. “Ini merupakan sebuah kebanggaan yang besar dan juga sebuah kesempatan yang langka. Kerja keras kami akhirnya disadari dan kami menerima pujian ini dengan senang hati. Terima kasih untuk kerja keras yang dilakukan oleh Collina, Braschi dan Rosetti. Karena merekalah dunia perwasitan Italia tumbuh dengan baik dan fakta bahwa banyak wasit Italia bekerja di luar negeri adalah bukti bawa wasit Italia sangat dihormati,” ungkap Rizolli kepada Gazetta . Rizzoli akan membawa asisten yang ia pilih sendiri untuk memimpin derby Kolkata. Namun ia hanya akan membawa dua hakim garis saja karena India tak mengenal asisten wasit yang berdiri di belakang gawang. Menurutnya, peraturan sepakbola terdahulu memang tak boleh dilupakan. “Saya harus bekerja tanpa mereka, namun saya selalu percaya bahwa kami tak boleh melupakan asal muasal sepakbola. Asisten garis gawang harus tetap menjadi asisten garis gawang. Harus selalu ada hanya satu wasit yang bertanggung jawab atas hal-hal yang terjadi dan membuat keputusan final dalam sebuah pertandingan.” Ia juga sadar bahwa menjadi wasit di India akan berbeda dengan menjalankan tugas di Italia dan Eropa. “Ada beberapa perbedaan yang signifikan. Sebagai contoh, sepakbola Afrika sangatlah keras, sama seperti sepakbola Asia. Apa yang harus dilakukan oleh wasit adalah mencoba memahami cara tim bermain dan mencari tahu dengan semangat apa pertandingan akan dimainkan. Seorang wasit harus beradaptasi.”

Sumber: Supersoccer.co.id