Sekjen PD: Ruhut Nonaktif dari Koordinator Jubir

Jakarta – Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono menonaktifkan Ruhut Sitompul sebagai koordinator juru bicara (jubir) PD. Namun, jabatan Ruhut di kepengurusan DPP tetap sebagai ketua Departemen Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan. “Benar bahwa ada keputusan dari ketum untuk menonaktifkan Bang Ruhut Sitompul sebagai koordinator juru bicara. Jabatan Bang Ruhut di DPR maupun di DPP tetap. Yang dinonaktifkan adalah sebagai koordinator juru bicara,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PD Hinca IP Pandjaitan, Senin (22/8). Sekadar diketahui, PD memiliki 12 anggota jubir yaitu Ikhsan Mojo, Kastorius Sinaga, Dede Yusuf, Didi Irawadi Syamsuddin, Teuku Riefky Harsya, Andi Nurpati, Rachlan Nashidik, Ramadhan Pohan, Imelda Sari, Ingrid Kansil, Ulil Abshar Abdalla, dan Ahmad Yani Basuki. Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin dipercaya menjadi penasihat jubir. Sedangkan, Ruhut merupakan koordinator jubir. “Jubir Partai Demokrat kan ada koordinatornya, Bang Ruhutlah yang menjabat itu sekaligus anggota. Jadi untuk sementara tanpa Bang Ruhut di jubir,” tegas Hinca. Ada pun penonaktifan Ruhut disampaikan SBY melalui pesan singkat. Terdapat empat pesan poin dari pesan SBY. Pertama, saya mengikuti dinamika perpolitikan dewasa ini dan saya nilai saudara benar-benar tidak mengikuti kebijakan dan garis partai terutama Ketum PD karena pernyataan-pernyataan yang saudara keluarkan tidak mencerminkan posisi PD dan garis saya selaku Ketum PD. Kedua, sudah cukup sering saya berikan peringatan terhadap pernyataan saudara, tetapi tidak diindahkan. Terus terang ini sangat merugikan kepentingan PD ke depan. Ketiga, melalui sistem yang belaku di PD saya mempertimbangkan tindakan yang tepat untuk saudara. Dan untuk sementara saya menonaktifkan kedudukan saudara sebagai koordinator Jubir PD. Keempat, untuk diindahkan dan dilaksanakan. Carlos KY Paath/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu