Tarif Parkir di Badan Jalan Minimal Rp 10.000 Tiap Jam

Jakarta – Selain menerapkan kebijakan ganjil-genap, untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan Pemerintah Provinsi (Pempov) DKI akan menaikkan tarif parkir badan jalan atau on street parking . Direncanakan tarif akan dinaikkan setinggi-tingginya, minimal Rp 10.000 per jam untuk kendaraan roda dua atau empat yang parkir di badan jalan. “Rencana ini sedang dikaji. Ini urusannya Dishubtrans DKI,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (26/8). Penerapan tingginya tarif parkir di badan jalan akan diberlakukan di jalan-jalan protokol atau ruas jalan yang cukup padat arus lalu lintasnya. Sehingga orang enggan memarkirkan kendaraannya di badan-badan jalan. “Terutama di jalan-jalan protokol. Jalanan yang padat begitu. Ya kita paksalah mereka. Kalau kamu kaya banget enggak apa-apa pakai mobil. Tapi parkirnya ya mahal dong,” ujarnya. Kalau sekarang tarif parkir untuk roda dua sebesar Rp 2.000 per jam dan Rp 4.000 per jam untuk roda empat, maka direncanakan kedua tarif tersebut akan dinaikkan Rp 10.000 per jam. “Nanti kita bisa naikkan sampai Rp 10.000 per jam. Jadi mau parkir lima jam silakan, tapi bayar Rp 50.000. terutama yang on street ya. Yang di dalam gedung ( off street ) beda lag,” terangnya. Namun kenaikan tarif parkir tersebut masih menunggu semua transportasi massal di Jakarta terpenuhi. Seperti pengembangan bus rapid transit (BRT), mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). “Masih perlu dikaji. Transportasi massal harus betul-betul sudah siap. Kalau nanti sudah diterapkan, ya warga sudah bisa menggunakan transportasi massal dengan baik,” paparnya. Lenny Tristia Tambun/JAS BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu