SOLOPOS HARI INI Digitalisasi Industri hingga Penyekapan Sadis 11 Orang di Pulomas

Solopos hari ini mengabarkan teknologi digital di Soloraya semakin melesat. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang pesat tahun ini akan terus melesat pada 2017. Aktivitas e-commerce serta fintech ( financial technology ) pun berpotensi tumbuh makin besar. Sementara, sektor industri pengolahan yang sempat melambat diyakini mampu tumbuh positif tahun depan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto, menyatakan perkembangan teknologi mendorong terciptanya layanan finansial model baru. Fintech ini bisa melayani jasa pembayaran, transfer, jual-beli saham, peminjaman uang, dan lainnya. Oleh karena itu, tahun depan BI akan mengimplementasikan aturan Penyelenggara Transaksi Pembayaran (TPT) di seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran, memastikan fintech office dan fungsi regulatory sandbox atau uji coba start up fintech berjalan efektif serta produktif. Perkembangan teknologi digital yang terus melesat menjadi headline Harian Umum Solopos hari ini, Kamis (29/12/2016). Harian Umum Solopos hari ini juga mengabarkan perkembangan kasus pembunuhan dan perampokan di Pulomas, perayaan tahun baru di Kota Solo, dan dulu mati suri, kini lumbung padi seperti bank di Sragen. Simak cuplikan kabar Harian Umum Solopos hari ini, Kamis: TINDAK KRIMINALITAS : Pelaku Sengaja Sekap 11 Orang di Kamar Mandi Perampok yang beraksi di rumah Dodi Triono di Jl Pulomas Utara No. 7A Pulogadung, Jakarta Timur, sengaja menyekap 11 orang di kamar mandi agar mereka leluasa beraksi menguras harta benda milik Dodi. Jajaran Polda Metro Jaya menangkap dua orang yaitu Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang di Rawa Lumbu, Bekasi, Rabu (28/12/2016). Penangkapan itu hanya berselang satu hari setelah kejadian. Ramlan tewas ditembak karena melawan saat ditangkap dan Erwin ditangkap hidup-hidup. Seseorang berinisial R juga ditangkap karena menyembunyikan dua pelaku. Dua pelaku lainnya yang bernama Yus Pane dan Sinaga masih diburu polisi. ”Kenapa yang bersangkutan memasukkan para korban ke kamar mandi atau WC tersebut karena untuk meleluasakan perbuatan agar tidak diketahui secara pasti ciri-ciri yang bersangkutan tersebut,” papar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M. Iriawan dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta, Rabu. Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/ PERAYAAN TAHUN BARU : Car Free Night, Purwosari-Gladak Ditutup Total Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyelenggarakan malam bebas kendaraan bermotor atau car free night di sepanjang Jl. Slamet Riyadi dari perempatan Omah Lowo Purwosari hingga Bundaran Gladak pada malam pergantian tahun 2017, Sabtu (31/12/2016) pukul 20.00 WIB-24.00 WIB. Terdapat enam panggung hiburan berukuran 8 meter x 6 meter yang telah disiapkan antara lain di depan Solo Grand Mall (CSR Telkomsel), depan Plaza Sriwedari (CSR Pertamina), depan BTN (promosi Solo Great Sale 2017), simpang empat Ngarsopuro (CSR Bank Jateng), simpang empat Nonongan (seni mural/grafiti dari Sardono W. Kusuma), serta Bundaran Gladak (CSR Bank Solo). Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, menyampaikan menginjak tahun keenam, malam bebas kendaraan bermotor diselenggarakan dengan menutup total Jl. Slamet Riyadi ruas perempatan Omah Lowo Purwosari hingga Gladak. ”Ditutup total selama empat jam. Perempatan Gendengan dan Ngapeman yang biasanya kami buka, juga ditutup untuk meningkatkan pengunjung CFN,” terang dia di ruang kerjanya, Rabu (28/12/2016). Baskoro memproyeksi 25.000 pengunjung yang akan menikmati malam pergantian tahun di sepanjang arena malam bebas kendaraan bermotor. ”CFN masih menjadi magnet bagi pengunjung. Tahun ini di sekitar Solo juga sudah menyelenggarakan atraksi pada malam pergantian tahun seperti di Boyolali, Solo Baru, dan Tawangmangu,” jelasnya. Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/ KETAHANAN PANGAN : Dulu Mati Suri, Kini Lumbung Padi Seperti Bank Secara geografis, desa di pinggiran Kabupaten Sragen ini berada di area perbukitan. Desa ini bisa dijangkau setelah melewati jalanan menikung naik turun melintasi Jembatan Kedungkancil dengan sungai yang bermuara di Waduk Kedung Ombo. Lantaran berada di wilayah perbukitan, lahan di desa ini masuk kategori kritis. Pertanian di desa ini mengandalkan guyuran hujan. ”Kami sebetulnya bisa menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun. Namun, tanam padi yang kedua sulit panen. Kami sudah terbiasa gagal panen karena tanaman padi kurang air. Jadi, musim paceklik itu sudah menjadi bagian dari kehidupan kami,” ujar Par Suradi, 41, warga Dusun Kapulogo, RT 014, Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen, Rabu (28/12/2016). Warga sekitar tidak khawatir kekurangan pasokan makanan karena mereka memiliki lumbung padi warisan nenek moyang. ”Di sini ada 18 RT, setiap RT punya lumbung padi sendiri-sendiri. Lumbung padi ini bisa digunakan untuk menyimpan gabah kering yang bisa diambil jika musim paceklik tiba,” papar Kadus I Tugimin Madyo Saputro. Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/ lowongan kerja lowongan kerja Toko Solopos.com, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos