Pendaki Tersambar Petir di Mojokerto Dimakamkan

Bojonegoro – Seusai melakukan proses evakuasi, Tim SAR Gabungan dari Basarnas Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan serta Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo Kabupaten Mojokerto, langsung menyerahkan jenazah Bintara Ferdiansyah (20), kepada orangtuanya Rabu (14/12) untuk dimakamkan. Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Bojonegoro ini meninggal akibat tersambar petir di kawasan Lembah Kijang, sekitar satu kilometer utara puncak Gunung Arjuno (3.330 mdpl). Sebelum diserahkan ke orangtuanya, jenazah Bintara sempat menjalani autopsi di RS Bhayangkara, Gasum Porong, Sidoarjo. Baru Kamis (15/12) pagi ini jenazah korban dimakamkan. “Semula, jenazah (dan dua pendaki yang luka-luka dan tidak bisa berjalan) tiba di Pos Pendakian Tretes, Prigen, sekitar pukul 16.30 WIB. Dua korban luka juga sudah berhasil diturunkan sebelum jenazah rekannya tiba,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, Rabu tadi malam. Proses evakuasi mahasiswa korban tersambar petir itu memakan waktu panjang karena medan yang sulit dan cuaca kurang bersahabat. Korban luka maupun tewas, semuanya ditandu. “Lebih dari 30 petugas gabungan dari Badan SAR Nasional terlibat dalam evakuasi ini. Kami menerapkan pola estafet,” ujar Bakti sambil membenarkan dua korban luka-luka yang tidak bisa berjalan dirujuk ke RSUD Dr Sutomo, Surabaya. Terkait cuaca yang kurang bersahabat dan jatuhnya korban tewas, maka untuk sementara waktu pihak Tahura Raden Soerjo selaku pengelola gugusan Gunung Welirang (3.339 mdpl), Kembar I (3.051 mdpl), Kembar II (3.126 mdpl), Anjasmoro (2.277 mdpl), serta Penanggungan (1.653 mdpl), menutup jalur pendakian. Aries Sudiono/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu