Deltras dan Persegres Tanggapi Dingin Imbauan PSSI

, Sidoarjo -Imbauan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin agar klub-klub yang berlaga di kompetisi Liga Super Indonesia bergabung dengan Liga Prima Indonesia ditanggapi dingin oleh Mafirion Syamsudin, pengelola Deltras Sidoarjo. Deltras adalah salah satu peserta kompetisi LSI. Secara bergurau Mafirion justru melihat PSSI belum punya konsep jelas bila kedua kompetisi tersebut dilebur menjadi satu. “LSI ada 18 klub, LPI 12, berarti totalnya kan 30 klub. Apa malah tidak terlalu banyak bila kami bergabung,” kata Mafirion sambil tertawa kepada Tempo , Senin, 26 Desember 2011. Mafirion menambahkan, dirinya tak peduli dengan imbauan PSSI, termasuk ancaman sanksi yang akan dijatuhkan ke Deltras, yakni didegradasi ke divisi utama serta didenda Rp 500 juta. Bagi Mafirion, apa yang dilakukan LSI telah berada di jalur yang benar karena telah sesuai dengan hasil Kongres Bali dan tidak melanggar statuta. Dia balik mengkritik pengurus di bawah Djohar yang dulu gencar mengkritik Nurdin Halid karena dianggap melanggar statuta. Tapi setelah kelompok Djohar yang ganti memegang kepengurusan, menurutnya, perilakunya tak jauh berbeda. “LSI tetap akan jalan karena kami inilah klub-klub yang sah terdaftar di FIFA. Jadi salah alamat kalau kami yang ditakut-takuti,” imbuh pria asal Pekanbaru, Riau itu. Mafirion juga tak yakin FIFA akan gegabah menjatuhkan sanksi kepada klub-klub LSI tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ia menganalogikan PSSI sebuah rumah dan klub-klub LSI adalah anak-anaknya. “Kalau anak-anaknya berkeliaran di jalan, berarti rumahnya tidak beres. Maka FIFA harus membenahi rumah itu agar anak-anaknya kerasan,” ujar Mafirion. Dihubungi secara terpisah manajer Persegres Gresik Thoriq Majiddanor mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar dari klub-klub sesama peserta kompetisi LSI lainnya. Sebab, kata dia, dalam dua sampai tiga hari ini mereka akan bersikap atas imbauan dan ancaman sanksi oleh PSSI. “Saya menunggu informasi dari teman-teman dulu,” kata pria yang akrab disapa Jiddan itu. KUKUH S. WIBOWO

Sumber: Tempo.co