Penggunaan Jalan untuk Acara Hajatan Bisa Dipidana

liputan6 Masyarakat yang menggunakan badan jalan secara penuh untuk kepentingan pribadi seperti pesta pernikahan bisa dipidanakan jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Hal itu dikemukakan Kasat Lantas Polresta Pariaman, Iptu Fitri Dewi Utami.

“Penggunaan badan jalan secara penuh, dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya dan berisiko fatal seperti kecelakaan,” kata dia di Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (7/7/2017).

Meski demikian, lanjutnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dan kasus kecelakaan masyarakat akibat penggunaan badan jalan secara penuh. Ia menjelaskan penggunaan badan jalan, pada dasarnya merupakan izin yang dikeluarkan secara penuh oleh Dinas Perhubungan pemerintah setempat.

“Kepolisian hanya menerima surat tembusan, sedangkan izin penuh merupakan wewenang oleh pemerintah daerah,” ujar dia.

Pada dasarnya lanjut dia, pemerintah daerah hanya mengizinkan sebagian badan jalan untuk kepentingan pribadi seperti hajatan. Terkait solusi persoalan itu, kepolisian setempat bersama pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. liputan6

Menurut dia, sosialisasi dan pencerdasan kepada masyarakat perlu dilakukan terkait penggunaan badan jalan sebelum menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan setempat, Yota Balat mengatakan, pemerintah daerah hanya merekomendasikan penggunaan sebagian badan jalan.

“Dinas perhubungan hanya merekomendasikan penggunaan sebagian badan jalan, bukan secara keseluruhan nantinya surat tersebut ditembuskan ke pihak kepolisian setempat,” ujar Yota.

Selain itu, katanya, pemerintah daerah tidak ada memungut biaya atau retribusi kepada masyarakat yang ingin menggunakan badan jalan. Rozi (29), salah seorang pengendara jalan raya menyebutkan mengeluhkan kondisi maraknya masyarakat yang menggunakan badan jalan secara penuh.

“Sangat berisiko sekali, apalagi setelah libur lebaran banyak masyarakat yang melangsungkan pesta pernikahan dan menggunakan seluruh badan jalan, hal ini merugikan pengendara karena memakan hak kepentingan umum,” keluh Rozi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *