Pemimpin Oposisi Zambia Dituduh Berkhianat

detik com Pemimpin oposisi Zambia, Hakainde Hichilema mendapatkan tuduhan serius dari sebuah pelanggaran lalu lintas yang tampak sepele. Karena tidak menghentikan mobilnya, Hakainde dituduh telah melakukan pengkhianatan terhadap negara dan mendekam di dalam bui.

Kejadian itu bermula pada 8 April saat konvoi mobil yang membawa Hakainde tidak menepi dan berhenti untuk memberikan jalan pada iring-iringan yang membawa Presiden Edgar Lungu. Dua hari setelah kejadian itu, polisi mendatangi kediaman Hakainde dan membawanya ke penjara.

detik com Jumat (23/6/2017), pada 8 Juni, kasus tersebut akhirnya di bawa ke Pengadilan Tinggi Zambia yang memutuskan bahwa Hakainde dan lima orang lainnya didakwa atas tuduhan pengkhianatan karena tindakannya dianggap membahayakan keselamatan presiden. Hakainde tentu saja membantah tuduhan itu dan balik menuduh kasusnya didasari oleh kebencian dan persaingan politik.

Hakainde adalah saingan utama bagi Presiden Edgar Lungu. Dalam pemilihan presiden yang digelar pada Agustus 2016, pengusaha kelahiran Monze itu kalah tipis dari petahana dalam pemungutan suara kontroversial. Hasil pemilihan presiden itu sampai saat ini masih digugat oleh Hakainde ke pengadilan.

detik com Banyak pihak merasa di bawah pemerintahan Edgar Lungu, Zambia kembali diperintah oleh seorang diktator. Berbagai tindakan represif seperti penutupan surat kabar, perskorsan anggota parlemen dan pemukulan simpatisan oposisi oleh polisi memperkuat dugaan itu.

Lungu sendiri akan kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan yang ketiga, padahal menurut undang-undang Zambia, seorang presiden hanya diperbolehkan menjabat selama dua masa bakti detik com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *