Ini Curhat Ranieri Usai Didepak Leicester

The Foxes resmi memecah pelatih 65 tahun itu, Kamis 23 Februari waktu setempat.
Keputusan itu tentu sangat memukul hati Ranieri. Pasalnya, The Foxes yang telah diberikan gelar Liga Primer pertama kalinya dalam sejarah seperti tak menghormatinya dan memberikannya kesempatan membawa Leicester bangkit.
Pelatih berjuluk “The Thinkerman” ini pun lantas merilis pernyataan yang cukup menyentuh. Dalam pernyataan resminya tersebut, Ranieri mencurahkan isi hatinya yang tetap ingin bertahan di King Power Stadium.
“Kemarin mimpi saya telah mati. Setelah euforia musim lalu dan menjadi juara, impian saya hanyalah bertahan di Leicester. Sangat menyedihkan hal itu tidak terjadi,” ujar Ranieri dalam pernyataan resminya.
“Saya harus berterima kasih kepada Leicester City. Petualangan ini sangat menakjubkan dan akan terus saya kenang selamanya. Terima kasih yang tulus kepada semua orang di klub, semua orang yang menjadi bagian dari apa yang telah kita capai.”
“Anda telah membawa saya ke dalam hati Anda dan mencintai saya sejak hari pertama saya. Saya pun mencintai kalian. Tidak ada yang pernah bisa mengambil apa yang telah kita capai bersama-sama.”
“Saya berharap Anda bisa mengenang hal itu dan tersenyum setiap hari seperti saya. Ini adalah masa yang paling indah dan kebahagiaan yang tidak akan pernah saya lupa. Sebuah kehormatan bisa menjadi juara dengan kalian semua,” tutupnya.
Pemecatan Ranieri kabarnya setelah ia tak lagi mendapat dukungan dari ruang ganti Leicester. Manajemen klub pun sementara menunjuk Craig Shakespeare sebagai caretaker Leicester.

Tweet

Penulis:MTVNEditor:Winarkodibaca:112013 Kali

nikeairmaxfreeshipping.com poker online Sumber: Lampost.co