Tiga Provokator Penyerangan Polsek di Bengkulu Tidak Ditahan

Rimanews – Kepolisian menetapkan tersangka dalang kerusuhan yang mengakibatkan Kantor Polisi Sektor Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu hangus terbakar. Namun, ketiganya hingga kini tidak dikenakan status penahanan. “Ada tiga orang yang dinaikan statusnya dari saksi ke tersangka,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Lebong AKBP Zainul Arifin, di Bengkulu, Jumat (9/10/2015). Baca Juga Provokator Demo 212 Tewas di Tahanan Polisi? Bukan main bom, Djarot cerita Islam di Indonesia Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Tiga tersangka tersebut sesuai penyidikan diketahui melakukan perusakan kantor Polsek Rimbo Pengadang menggunakan benda keras seperti batu, mereka berinisial SL, WO dan KS, “Kalau penahanan belum kita lakukan,” ujar Kapolres. Kapolres mengakui untuk pelaku pembakar hingga kini belum ditetapkan satu orang pun sebagai tersangka. “Yang diduga pembakar masih kita periksa sebagai saksi, untuk melengkapi penyidikan,” katanya. Sebelumnya, Polres Kabupaten Lebong memeriksa 17 saksi terkait pembakaran Kantor Polisi Sektor Rimbo Pengadang oleh masa yang tidak terima atas penangkapan dua tersangka pelaku judi. Kapolres mengatakan dari 17 saksi tersebut 11 orang berasal dari masyarakat dan enam orang dari anggota kepolisian Polsek Rimbo Pengadang. Pada Rabu (7/10/2015) malam sekitar pukul 22.00, Kepolisian Sektor Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong dibakar massa. Satu mobil patroli dan markas polsek hangus terbakar. Diduga ada provokator yang menghasut, massa akhirnya bertindak anarkis. Sejumlah orang melempari kantor menggunakan benda keras seperti batu, dan ada juga yang membakar mobil patroli, api membesar dan menyambar kantor. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polsek dibakar , Bengkulu , Provokator , Keamanan , Nasional

Sumber: RimaNews