Banjir Besar dan Longsor di Tiongkok, Delapan Tewas

Rimanews – Hujan deras yang turus di sekitar wilayah Tiongkok menyebabkan banjir besar dan tanah longsor. Musibah tersebut menewaskan delapan orang dan 24 lainnya hilang. Televisi pemerintah CCTV melaporkan pada Selasa pagi (2/9/2014) bahwa sedikitnya ada 11 pekerja tambang batu bara yang masih hilang di wilayah Yunyang. Mereka hilang tertimbun longsor yang terjadi kemarin. Baca Juga Tim SAR Temukan Lima Korban Banjir & Longsor Manado Dua Orang Tewas Tertimpa Runtuhan Rumah di Lebak 177 Orang Tewas Akibat Longsor di Tahun 2016 Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Pekan Ini Dua Rumah di Yogyakarta Tertimbun Tanah Longsor Menurut CCTV saat kejadian ada 27 pekerja tambang yang tersebar di empat wilayah penambangan saat musibah tersebut terjadi. Lima belas diantaranya berhasil diselamatkan, tapi sisanya diperkirakan masih terkubur didalam tambang saat mereka berusaha menyelamatkan diri. Seorang pekerja tambang berhasil diselamatkan dan dikirim ke rumah sakit setempat. Kini pekerja tersebut sudah berada dalam kondisi yang stabil. Kantor berita Xinhua melaporkan, lebih dari 500 orang membantu melakukan operasi penyelamatan, termasuk petugas pemadam kebakaran dan polisi. Mereka berhasil mengevakuasi 7000 penghuni Yunyang yang terjebak banjir ke tempat yang lebih aman. Kerugian dikota Yunyang diperkirakan mencapai 11 milyar dolar Amerika. Sejak Ahad kemarin (31/8/2014) hujan dengan curah yang sangat deras juga mulai melanda sebelah selatan kota Chongqing. Hujan badai juga menyebabkan longsor dan banjir besar di wilayah Wuxi dan Fengjie. Banjir menyebabkan lalu lintas terganggu dan menyebabkan ribuan orang mengungsi dari wilayah tersebut. Menurut laporan Badan Meteorologi Tiongkok, curah hujan yang deras diperkirakan masih akan melanda wilayah tersebut hingga Selasa (3/9/2014). Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Banjir Besar , Longsor , Tiongkok , asia , Internasional

Sumber: RimaNews