98 Karyawan PT Tirta Investama Klaten Berebut Tiket Haji Gratis

Haji gratis diberikan oleh PT Tirta Investama kepada karyawannya. Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 98 karyawan PT Tirta Investama (TI) Klaten saling berebut satu tiket naik haji gratis yang menjadi salah satu program unggul perusahaan setempat. Guna memperoleh tiket tersebut, setiap karyawan harus menyelesaikan ujian berupa seleksi tertulis dan baca Alquran. Berdasarkan pantauan Solopos.com , pelaksanaan ujian seleksi tertulis dan baca Alquran di gelar di Masjid Al-Kautsar kompleks PT TI Klaten, Sabtu (9/5/2015). Seusai menyelesaikan seleksi tertulis yang berjumlah 50 soal, para peserta seleksi mengikuti baca Alquran. Selama seleksi membaca Alquran, tim panitia seleksi merangkul juri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mansyur Popongan, Tegalgondo. Tim juri yang berjumlah empat orang itu terdiri dari Ulin Nuha, Miftahul Hasan, M. Ni’am, dan Muh. Ardani. “Sebenarnya yang berhak mengikuti seleksi naik haji tahun 2015 ini ada 110-an. Tapi, yang hadir hanya 98. Yang hadir ini adalah karyawan PT TI di rayon 2, yakni Klaten, Solo, dan Jogja. Hasil seleksi terbaik dinyatakan berhak mengikuti program naik haji gratis yang digelar perusahaan,” kata Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Karyawan Islam Aqua (Karisma) Klaten, Arifin, saat ditemui wartawan di sela-sela acara. Arifin mengatakan karyawan yang berhak mengikuti seleksi naik haji kali ini, karyawan yang sudah menginjak usia 38 tahun dengan masa kerja minimal 10 tahun. “Begitu dua tahapan seleksi selesai [tes tertulis dan baca Alquran], sudah bisa dilihat pemenangnya. Peserta yang memiliki nilai tertinggi langsung didaftarkan sebagai calon haji oleh perusahaan,” katanya. Ketua Karisma Jakarta, Nana Suryana, program seleksi naik haji merupakan program tahunan yang dimiliki PT TI sejak tahun 1993. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi kerja para karyawan, terutama karyawan yang beragama Islam. “Awalnya, perusahaan main tunjuk ke salah satu karyawan yang diberikan program naik haji gratis. Agar tidak menimbulkan diskriminasi, lebih baik dilakukan seleksi seperti ini. Agar semuanya adil,” katanya. Salah satu peserta seleksi, Wiwik Wijayanti, 40, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Saya sudah lama ingin naik haji. Saya sudah mempersiapkan diri mengikuti seleksi kali ini beberapa waktu lalu,” katanya. lowongan kerja lowongan kerja Toko Solopos.com, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos