Bayern Munchen Cuma Bisa Main Indah Di Era Pep Guardiola

Demikian yang disampaikan oleh petinggi klub, Karl-Heinz Rummenigge. Menurutnya, sebelum dan sesudah era Pep, Bayern mungkin saja tetap tim tersukses di Bundesliga. Namun, tidak ada yang mengalahkan kecantikan permainan Die Roten kala disepuh Guardiola.
Bersama Pep Guardiola, Bayern Munchen gagal meraih Liga Champions. Padahal, Pep mendapatkan waktu tiga tahun; dan mewarisi tim pemenang dari Jupp Heynckes. Banyak yang menyebut, inilah tanda bahwa sang juru taktik tidak akan pernah bisa mengulangi kesuksesannya seperti kala berada di Barcelona: meraih dua trofi kompetisi Eropa tersebut.
Tapi, menurut Karl-Heinz Rummenigge, ada yang lebih penting daripada sekadar trofi. Yaitu, bermain indah. Kedatangan Pep Guardiola ke Bayern Munchen ibarat angin segar karena sang pelatih asal Katalonia mengembuskan mantera ampuh sehingga Die Roten tidak hanya bisa memenangi laga, tetapi juga menampilkan permainan yang sangat menghibur.
Rummenigge menyiratkan, Pep Guardiola memberikan kesempurnaan untuk Bayern: baik dari segi trofi maupun dari segi permainan. Malah ia menegaskan, tidak ada era Bayern yang menyuguhkan sepakbola lebih baik dibandingkan era Pep.

Katanya kepada Welt am Sonntag, Saya ingin berkata, Bayern tidak pernah bermain sebaik yang mereka lakukan di bawah kendali Guardiola. Tentu saja selalu ada kesuksesan (di kubu Bayern), tapi jarang sekali dipadu dengan keindahan. Ketika Guardiola jad pelatih, tiba-tiba saja, semua mengagumi kami.
Musim ini Bayern Munchen merasakan tahun pertama ditinggalkan Pep Guardiola. Di luar dugaan Bayern harus bersaing dengan RB Leipzig, tim kejutan Bundesliga. Bahkan, saat ini Die Roten tertinggal tiga poin dari sang tim promosi hingga pekan ke-13. Tidak sedikit yang menyebut, Bayern era Ancelotti kehilangan intensitas yang ditanamkan oleh Guardiola.

nikeairmaxfreeshipping.com kiu Sumber: Sidomi